Perkembangan teknologi yang sangat pesat membuat banyak perubahan dalam hidup kita. Dengan pesatnya perkembangan tersebut, muncul berbagai jenis game yang dapat dimainkan oleh kita baik itu offline maupun online. Game online adalah permainan yang terstruktur dan merupakan salah satu aktivitas yang cukup digemari oleh remaja saat ini sebagai pelepas penat.

Game pada umumnya melibatkan stimulasi mental atau fisik. Pada jaman modern seperti ini banyak game yang melibatkan otak tanpa menggerakan seluruh fisik dikarenakan oleh teknologi yang berkembang pesat. Dan tidak sedikit game-game sekarang yang menggunakan sistem Online Multiplayer agar bisa bermain, bahkan berinteraksi dengan pemain lain diseluruh penjuru dunia, menggunakan Local Area Network maupun Internet. Sejak game online lahir, lahirlah juga Electronic Sports yang disingkat menjadi E-Sports.

E-Sports sejatinya telah dikenal pada tahun 2000an, namun pada saat itu masih terlihat asing bagi masyarakat terutama di Indonesia, buruknya koneksi internet tidak memungkinkan bagi remaja-remaja yang tinggal di Indonesia untuk memainkan game tersebut secara kompetitif. Ini adalah jenis olahraga dimana semua aspek utama dari olahraga sesungguhnya difasilitasi oleh sistem elektronik. Ini berarti input dari team & player maupun output dari “Actual E-Sports systems” dimediasi oleh interface yang terdiri dari manusia & komputer.

Bapak Richard D. A. Sirait selaku pembina ekstrakurikuler E-Sports menjelaskan bahwa genre yang paling sering ditemui di E-Sports adalah MOBA (Multiplayer Online Battle Arena:DOTA 2, League Of Legends, dan Heroes OfNewerth), FPS (First Person Shooter: Counter-Strike, Overwatch, Unreal Tournament),Fighting (Street fighter, Tekken, Mortal Kombat) dan RTS (Real -Time Strategy :Star Craft, WarCraft, Age Of Empires), Race (F1).

“Melihat kenyataan bahwa sangat banyak dari anak-anak kita yang suka bermain game online maka saya berusaha untuk membina anak-anak ini. Dengan demikian apa yang mereka mainkan tidak selalu terkesan menimbulkan dampak yang buruk seperti apa yang kebanyakan orang pikirkan tentang game online, tetapi juga mendatangkan manfaat positif misal dalam hal teamwork yaitu membangun kerjasama yang baik dalam tim untuk mencapai tujuan bersama. Saya melihat ini adalah suatu peluang besar untuk mengumpulkan gamer-gamer khususnya gamer PUBG mobile yang berbakat yang kelak akan menjadi gamer profesional mewakili Indonesia di turnamen terbesar PUBG mobile di dunia”, tambah Pak Richard.

Pada awal Februari 2022 SMP Kristen 1 Harapan mendapatkan undangan lomba DGL (Denpasar Gaming League) yang diikuti oleh satu tim dengan nama SMPK 1 Harapan. Tim ini terdiri atas empat siswa yaitu:

  • Kadek Wira Darma Dika 9I/20 – HORUSShizuG2
  • I Gusti Bagus Bryan Satria D. 9I/12 – HORUSNayrbG2
  • I Made Ajus Arya Wibawa 9D/11- ONE9xKOMET
  • Tjok Oka Dinandra Wira Pemayun 9C/34 – BapakmuJamet

Adapun persiapan yang telah dilakukan adalah latihan dengan teratur, terutama mencoba latih tanding dengan lawan yang lebih baik, melatih kekompakan tim, berlatih strategi, mencoba berbagai area dengan sinyal terbaik, merawat gadget dengan baik, menjaga stamina, istirahat yang cukup, dan tidak lupa berdoa. Pada akhirnya tim SMPK 1 Harapan masuk ke babak final yang diselenggarakan pada tanggal 26-27 Maret 2022 dan berhasil meraih juara 1 mengalahkan puluhan tim lainnya dari berbagai sekolah di Denpasar. (Enny S)