DENPASAR – Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti aula SMP Kristen 1 Harapan pada sore hari tadi. Dalam semangat moderasi beragama, sekolah mengadakan acara Buka Puasa Bersama yang melibatkan siswa dan guru beragama Islam, serta dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan dan staf pengajar lintas keyakinan.
Acara ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan wujud nyata dari semboyan “Bhineka Tunggal Ika” yang hidup di lingkungan sekolah.
Momen Keakraban Lintas Keyakinan
Hadir dalam acara tersebut Kepala SMP Kristen 1 Harapan, didampingi oleh para Wakil Kepala Sekolah, serta guru-guru agama Kristen, Katolik, dan Hindu. Kehadiran mereka menjadi simbol dukungan moral yang kuat terhadap keragaman yang ada di sekolah.
“Di sekolah ini, kita adalah satu keluarga besar. Perbedaan keyakinan bukanlah pembatas, melainkan warna yang memperindah kebersamaan kita,” ujar Kepala Sekolah dalam sambutannya yang menyejukkan.
Toleransi yang Mengakar di Hati Siswa
Tidak hanya diikuti oleh para guru, momen ini juga menunjukkan indahnya toleransi di tingkat siswa. Siswa-siswi non-Muslim turut membantu persiapan hidangan takjil bagi rekan-rekan mereka yang menjalankan ibadah puasa.
Beberapa poin menarik dari kegiatan ini antara lain:
- Dialog Antarumat: Adanya sesi sharing singkat mengenai makna puasa dan pentingnya menghargai perbedaan.
- Doa Bersama: Doa dipimpin secara bergantian, menunjukkan rasa hormat yang mendalam antar pemeluk agama.
- Ramah Tamah: Saat bedug maghrib berkumandang, seluruh hadirin menikmati hidangan dalam satu meja panjang tanpa sekat.
Menanamkan Nilai Karakter
Kegiatan ini diharapkan dapat menanamkan nilai-nilai karakter kepada siswa sejak dini, agar mereka tumbuh menjadi pribadi yang inklusif dan menghargai keberagaman di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk.
Melalui kegiatan buka bersama ini, SMP Kristen 1 Harapan kembali membuktikan bahwa lingkungan sekolah Kristen mampu menjadi rumah yang nyaman bagi seluruh anak bangsa, apa pun latar belakang agamanya.







