SMP Kristen 1 Harapan mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai kontributor peluncuran buku fiksi dan non fiksi terbanyak. Catatan Rekor MURI menunjukkan semaraknya keragaman budaya dan berbagai potensi alam Indonesia, sekaligus gelora semangat anak bangsa dalam mengukir karsa. Dimana hasil karya ini merupakan prestasi dan hasil karya siswa dan guru di SMP Kristen 1 Harapan Denpasar. Dibalik kesuksesan yang didapat tentunya ada peran guru yang membimbing siswa dalam penulisan buku-buku tersebut yaitu Ibu Made Dewi Yunita Setiawati, S.Pd.
Judul-judul buku yang sudah diterbitkan adalah sebagai berikut.
- 2019: Hari Penuh Sukacita (Kumpulan Artikel Siswa dan Guru Koordinator Literasi SMPK 1 Harapan Denpasar): 58 artikel
- 2020-2021: Tuaian Harapan (Antologi Cerpen Siswa SMP K 1 Harapan). Jilid 1: 31 cerpen dan Jilid 2: 29 cerpen
- 100 Pijar di Pulau Dewata: Antologi Karya Terbaik 100 Pelajar Terpilih Kota Denpasar dalam Festival Literasi Denpasar
- Edukasi, Teknologi, dan Pandemi: Kumpulan Artikel Pilihan Guru-Guru Terpilih dalam FLD
- Alkisah: Antologi Cerpen Terbaik Para Pelajar se-Indonesia dalam Festival Literasi Nasional
- Kepak yang Tercampak: Buku Tunggal Anntologi Puisi Karya APP
- 2021-2022 Pelita di Atas Kaki Dian: Antologi Cerpen Siswa SMPK 1 Harapan: 50 cerpen
- Suluh yang Tak Pudar: Antologi Puisi Siswa SMP K 1 Harapan : 55 puisi
- Menggagas Indonesia: Kumpulan Artikel Guru-Guru di Kota Denpasar
- Dewa(ka)ta: Antologi Karya Terbaik 100 Pelajar Terpilih Kota Denpasar
“Terpilihnya SMPK 1 Harapan Denpasar sebagai peraih penghargaan rekor MURI kategori Kontributor Buku Fiksi dan Nonfiksi Terbanyak adalah hal yang tidak terduga bagi saya, khususnya. Sebagai pengemban tugas sebagai guru koordinator literasi sekolah, saya selalu berusaha memotivasi diri dan anak-anak binaan saya dengan mengupayakan untuk berproses maksimal dalam berkarya berdasarkan kerendahan hati dan tidak terlalu berambisi. Berproses maksimal maksudnya sungguh-sungguh melakukan yang terbaik dalam pengerjaan karya-karya yang akan dibukukan dan dilombakan baik di FLD maupun FLN sesuai tahapan kerja secara disiplin. Berproses maksimal dilandasi dengan doa, mencari referensi-referensi yang mendukung penulisan karya, tidak segan bertanya kepada mereka yang berpengalaman dalam webinar-webinar yang diadakan, serta tidak berfokus hanya untuk menjadi juara, supaya tidak timbul kekecewaan. Jika mendapat prestasi seperti sekarang ini, itu adalah bonus atau buah manis dari proses maksimal dan kerendahan hati. Selanjutnya, sangat penting ditumbuhkan generasi-generasi penerus dalam menulis karya sastra, baik dari kalangan siswa maupun guru, yang siap dibimbing untuk berproses maksimal, tanpa ketakutan karyanya akan tidak berkualitas atau tidak akan dimuat. Itu karena dalam kerja sama SMPK 1 Harapan dalam program Gerakan Menulis Buku Indonesia bersama Nyalanesia, kita akan dibimbing untuk belajar tentang tahap-tahap memproses ide cerita menjadi peta konsep cerita, teknik merangkai alur sesuai strukturnya, diksi dan kebahasaan, sampai penyuntingan, bahkan sudah pasti karya-karya siswa maupun guru tersebut akan dimuat dalam buku berISBN. Salam literasi!” Ujar Ibu Yunita. (Enny S)


