SMP Kristen 1 Harapan kembali mengadakan pertemuan para guru dengan mengundang beberapa narasumber untuk mengulas penerapan kurikulum tahun pelajaran 2021/2022 dan untuk menyegarkan wawasan guru tentang kurikulum 2013 dan juga kurikulum baru yaitu kurikulum merdeka untuk diterapkan tahun pelajaran 2022/2023. Kegiatan semacam ini rutin dilaksanakan setiap akhir tahun pelajaran. Kegiatan kali ini mengambil tempat di aula sekolah Harapan pada tanggal 13-15 Juni 2022. Narasumber dalam kegiatan ini adalah dari tim ahli sekolah penggerak, Bapak I Made Arjana, S.Pd, M.Pd. dan juga dari BPMP Bali, Ibu Ni Wayan Surasmini, S.Si., M.Pd. Kegiatan ini dibuka oleh Bapak Kadisdikpora kota Denpasar, Bapak Drs. A.A Gede Wiratama, M. Ag. dan didampingi oleh Ibu pengawas, Ibu Dra. Ni Nyoman Kartiniasih, M.Pd. dan Bapak Sekretaris Yayasan Perguruan Kristen Harapan, Bapak I Gusti Putu Darmawan, M.M.
Bapak Drs. A.A Gede Wiratama, M. Ag.dalam sambutannya menyampaikan Informasi mengenai perbandingan K13 dan Kurikulum Merdeka, harapan agar Team Teaching yang solid, kuat, dan yang terpenting adalah guru harus meakukan proyek lintas mapel dan Team Work penting bagi keberlangsungan serta kemajuan guru dan siswa di Era Teknologi 4.0 beserta salam penutup yang ditandai dengan harapan akan kelancaran kegiatan workshop, yang ditandai dengan pemukulan gong.
Hari pertama workshop ini membahas tentang kurikulum sekolah penggerak dan penguatan implementasi Kurikulum Merdeka dan Kurikulum 13 di Sekolah Penggerak SMP Kristen 1 Harapan Denpasar Tahun Pelajaran 2022/2023 dengan narasumber Bapak I Made Arjana, S.Pd, M.Pd. Pada hari pertama ini guru belajar dan berlatih menyampaikan materi soal LOST, MOST, dan HOST.
Hari kedua dibahas tentang Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka serta bagaimana penerapannya untuk kelas 7, 8 dan 9. Juga dibahas tentang pembelajaran paradigma baru, pemanfaatan teknologi seperti (aplikasi, website, games) yang berhubungan dengan mapel saat kegiatan belajar di kelas, perspektif tujuan Profil Pelajar Pancasila serta Pedoman Penerapan Kurikulum Dalam Rangka Pemulihan Pembelajaran (Keputusan Mentri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan TeknologiRepublik Indonesia Nomor 56/M/2022). Selain itu pada hari kedua ini juga dibahas tema utama Proyek kelas 7 dan 8 yang mengharuskan sekolah untuk mampu menerapkan 1 atau 2 diantara tema-tema yang telah ditetapkan oleh Kemendikbudristek. Materi terakhir adalah memahami Capaian Pembelajaran sesuai dengan mata pelajaran yang diampu.
Hari ketiga adalah hari untuk menerapkan materi yang sudah didapatkan sebelumnya. Pada kesempatan ini para guru berkumpul sesusai MGMPnya untuk membuat perangkat pembelajaran untuk tahun pelajaran 2022/2023. Perangkat yang dimaksud adalah perangkat baik untuk kurikulum 2013 yang diterapkan pada kelas 9 maupun perangkat kurikulum merdeka untuk kelas 7 dan 8. Perangkat kurikulum untuk kelas 9 antara lain Pembagaian Hari Efektif, Program Tahunan, Program Semester, Silabus, RPP, dll, sedangkan untuk kelas 7 and 8 antara lain Capaian Pembelajaran, Alur Tujuan Pembelajaran, modul, dll. Setiap MGMP diberikan waktu kurang lebih dua minggu untuk menyelesaikan perangkat tersebut untuk semester 1 dan 2.
“Workshop ini diharapkan mampu mewujudkan guru yang inspiratif dan inovatif dalam meningkatkan mutu pendidikan menuju generasi emas yang cerdas dan berkarakter dan workshop ini telah memotivasi para guru untuk selalu mampu berinovasi dan beradaptasi dalam segala situasi”, ujar Ibu Juni Jelita Gultom, S.Pd., salah satu peserta workshop yang mengampu pelajaran Bahasa Indonesia.
Kegiatan ini diakhiri dengan tanya jawab dan foto bersama. Terakhir para guru/tim MGMP melakukan kesepakatan untuk pertemuan selanjutnya menyelesaikan administrasi guru. (Juni Jelita)














