Hari Pendidikan Nasional yang diperingati setiap tanggal 2 Mei diselenggarakan secara rutin oleh Yayasan Perguruan Kristen Harapan dengan melaksanakan upacara bendera. Hardiknas 2019 di lingkungan sekolah Harapan Denpasar dikoordinir oleh unit SMPK 1 Harapan. Mulai dari perangkat upacara, pemain musik dan paduan suara sampai pembina upacara adalah siswa dan guru SMPK 1 Harapan. Upacara Bendera ini diikuti oleh dua unit sekolah saja yaitu SD dan SMP baik siswa maupun para guru dan pegawai. Kegiatan ini berjalan dengan sangat baik mulai dari pukul 07.30 sampai 08.45.

Dalam kesempatan ini pembina upacara, Bapak I Nyoman Jaya Saputra, menyampaikan pesan dari Menteri Pendidikan yang intinya bahwa pelayanan pendidikan Indonesia sudah memuaskan. Bapak Muhadjir Effendy, Menteri Pendidikan, dalam pesannya juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh guru Republik Indonesia atas jasanya dalam mendukung kemajuan Indonesia lewat dunia pendidikan.

Lebih lanjut, Pembina Upacara membacakan, bahwa selama ini pemerintah telah fokus untuk membangun infrastuktur di sektor pendidikan. Sarana dan prasarana misalnya. Kini, untuk menyempurnakannya, pemerintah akan fokus ke pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM).

“Insfrastuktur dan SDM merupakan sarat untuk membawa Indonesia lebih maju lagi,” tuturnya.

Mengenai hal itu, Mendikbud menjelaskan ada sektor yang akan dibangun oleh pemerintah. Pembangunan karakter manusia dan keterampilan. Hal itu merupakan implementasi revolusi mental yang diusung pemerintahan saat ini.

“Dalam pembangunan SDM, kita perlu tingkatkan pembangunan karakter dan keterampilan. Ingat, karakter ialah pondasi dari manusia,” tutur Mendikbud dalam pesanya.

Bapak Menteri Pendidikan juga mengajak semua pihak yang tekait dalam pelayanan pendidikan untuk tetap bekerja keras untuk memberikan yang terbaik bagi masa depan anak didik kita.

Sebagai penutup, Bapak I Nyoman Jaya Saputra selaku Pembina Upacara menuturkan, “semoga hadirnya sekolah Harapan di tengah masyarakat senantiasa memberikan jalan terang bagi masa depan anak-anak Harapan khususnya dan anak-anak Indonesia pada umumnya”.

Upacara Bendera ini diikuti oleh kurang lebih 2000 siswa dan 60 guru dan pegawai. Jika dibandingkan dengan peringatan Hardiknas dari tahun-tahun sebelumnya, Upacara Bendera tahun ini memiliki keunikan yaitu pada kostum yang dikenakan baik oleh siswa maupun guru. Pakaian adat Bali menjadikan kegiatan upacara bendera tahun ini menjadi berbeda dari sebelumnya. Peringatan Hardiknas pada 2 Mei tahun ini adalah bertepatan dengan hari wajib berpakaian adat Bali yaitu hari Kamis. Oleh sebab itu untuk memenuhi peraturan gubernur tentang penggunaan busana adat Bali, maka sekalipun upacara bendera, seluruh peserta upacara yang tidak bertugas berpakaian adat Bali. (Adi M)