SMP Kristen 1 Harapan sebagai salah satu Sekolah Penggerak Angatan 1 mengikuti Penguatan Komite Pembelajaran 3 Program Sekolah Penggerak Angkatan 1 Provinsi Bali yang diselenggarakan oleh Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Jasmani dan Bimbingan Konseling (PPPPTK Penjas dan BK). Ini merupakan kegiatan penguatan terakhir yang sudah didahului dengan dilaksanakannya kegiatan penguatan 1 dan 2.
Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Rabu, 20 April 2022, pukul 08.00 s/d 16.00 WITA di Prime Plaza Hotel & Suites Sanur ini diikuti oleh 63 peserta yang terdiri dari guru, kepala sekolah dan pengawas sekolah. Peserta dari SMP Kristen 1 Harapan yaitu Ibu Dra. Ni Nyoman Kartiniasih, M.Pd. selaku pengawas, Ibu Ir. Ni Nyoman Serayawati, M.M. selaku kepala sekolah, Yohanes Miharjo, S.Fil., dan Aryanti Ernilia Kaha, S.Pd.
Tujuan dari kegiatan penguatan 3 ini adalah agar peserta dapat memahami lebih dalam mengenai perancangan dan pelaksanaan kegiatan refleksi terkait penerapan kurikulum penggerak dan mengimbaskan kepada guru-guru di sekolah baik guru-guru pengajar yang menerapkan kurikulum penggerak yaitu guru pengajar kelas VII maupun guru-guru yang masih menerapkan kurikulum 2013 yaitu guru kelas VIII dan IX.
Kegiatan yang dilakukan oleh peserta antara lain menulis refleksi kegiatan kolaborasi yang pernah dilaksanakan di sekolah, melakukan diskusi kelompok dan presentasi terkait fasilitasi yang efektif dan eeflektif, tips persiapan memandu refleksi, metode refleksi, tips menyusun pertanyaan kunci yang powerful, mengidentifikasi tantangan internal dan eksternal dalam memfasilitasi refleksi, diskusi kelompok untuk mencari solusi terkait tantangan tersebut, menyusun contoh rencana pelaksanaan refleksi di sekolah, mengikuti webinar, dan melakukan refleksi terkait kegiatan penguatan ini.
Ibu Ir. Ni Nyoman Serayawati, M.M. menerangkan bahwa kegiatan Penguatan Komite Pembelajaran 3 Program Sekolah Penggerak Angkatan 1 ini sangat bermanfaat terutama dari materi yang dibahas yaitu mengenai refleksi. Refleksi sangat bermanfaat untuk memaknai pengalaman berdasarkan tujuan yang telah dicapai, proses yang dialami, tantangan yang dihadapi, dan juga pelajaran yang didapat. Selain itu refleksi juga untuk memahami kelemahan dan peluang dari kegiatan yang telah dilaksanakan sehingga dapat dilakukan evaluasi untuk peningkatan kualitas pendidikan di sekolah.
“Harapan saya adalah para guru bisa mengimbas kepada guru-guru yang lain. Saya juga berharap agar guru-guru melakukan refleksi pembelajaran untuk mengetahui keberhasilan kegiatan pembelajaran yang sudah dilakukan serta mengetahui perasaan siswa dalam mengikuti pelajaran sehingga dalam kegiatan pembelajaran selanjutnya dapat dilakukan peningkatan kualitas supaya student wellbeing bisa diwujudkan”, tambah Ibu Serayawati. (M)











