DENPASAR – Semangat pelestarian budaya Bali bergelora di lingkungan SMP Kristen 1 Harapan. Dalam rangka menyambut Bulan Bahasa Bali, sekolah yang dikenal dengan keberagamannya ini menyelenggarakan serangkaian perlombaan antar kelas yang meriah dan penuh antusiasme dari para siswa. Perayaan tahun ini mengusung tema sentral “Artha Kerthi: Udiara Purnaning Jiwa”, yang bermakna penyucian jiwa melalui taman keilmuan dan sastra.
Tema “Artha Kerthi: Udiara Purnaning Jiwa” diimplementasikan melalui setiap kegiatan. Kepala SMP Kristen 1 Harapan menyampaikan bahwa bahasa dan sastra adalah “taman” yang harus dirawat agar jiwa siswa tetap tumbuh dengan akar budaya yang kuat.
“Melalui tema ini, kami ingin mengajak siswa untuk menjadikan bahasa Bali sebagai sarana penyucian pikiran dan pengembangan diri. Menjadi modern bukan berarti meninggalkan akar, justru akar yang kuat membuat kita berdiri lebih kokoh,” ujar beliau di sela-sela acara.
Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan wujud nyata komitmen sekolah dalam menanamkan rasa cinta terhadap bahasa, aksara, dan sastra daerah kepada generasi Z. Meskipun berbasis sekolah Kristen, semangat Ngajegang Budaya tetap menjadi fondasi kuat dalam mendidik siswa yang menghargai kearifan lokal.
Ragam Lomba: Dari Seni Suara hingga Goresan Estetik
Perayaan kali ini menghadirkan tiga cabang lomba utama yang menguji kreativitas sekaligus ketangkasan siswa:
- Lomba Menyanyikan Lagu Pop Bali Panggung aula sekolah mendadak riuh dengan alunan musik pop Bali. Para peserta tampil maksimal dengan teknik vokal dan penjiwaan yang apik, membuktikan bahwa lagu berbahasa daerah tetap “keren” dan relevan di telinga remaja masa kini.
- Lomba Nyurat Aksara Bali Suasana berubah hening dan khidmat saat lomba nyurat (menulis) aksara Bali dimulai di atas media daun lontar/kertas. Ketelitian dan kesabaran siswa diuji dalam menggoreskan setiap lekuk aksara agar sesuai dengan uger-uger (aturan) penulisan yang benar.
- Lomba Baligrafi Lomba ini menjadi primadona bagi para pecinta seni rupa. Siswa ditantang merangkai huruf-huruf Bali menjadi sebuah bentuk artistik atau figuratif yang memiliki nilai estetika tinggi. Hasilnya? Berbagai karya visual yang memanjakan mata berhasil tercipta dari tangan kreatif siswa.
- Lomba Cerdas Cermat (LCC) Bahasa Bali Ini merupakan tambahan baru yang paling ditunggu. LCC menguji wawasan siswa mengenai kosakata, tata bahasa, hingga pengetahuan umum seputar budaya Bali. Persaingan sengit antar kelas menunjukkan bahwa siswa SMP Kristen 1 Harapan tidak hanya mahir dalam seni, tapi juga kuat secara kognitif dalam memahami bahasanya.
Menumbuhkan Karakter Berbasis Budaya
Kepala SMP Kristen 1 Harapan menyampaikan bahwa keterlibatan siswa dalam kegiatan ini sangat penting. Selain untuk mengasah bakat, kegiatan ini bertujuan agar bahasa Bali tidak asing di telinga siswa di tengah gempuran tren global.
“Kami ingin siswa paham bahwa menjadi modern tidak berarti harus melupakan akar budaya. Melalui lomba-lomba ini, mereka belajar bahwa bahasa Bali adalah identitas yang harus dibanggakan,” ujar beliau di sela-sela acara.
Menyiram “Taman Jiwa” dengan Sastra
Tema “Artha Kerthi: Udiana Pernaning Jiwa” diimplementasikan melalui setiap kegiatan. Kepala SMP Kristen 1 Harapan menyampaikan bahwa bahasa dan sastra adalah “taman” yang harus dirawat agar jiwa siswa tetap tumbuh dengan akar budaya yang kuat.
“Melalui tema ini, kami ingin mengajak siswa untuk menjadikan bahasa Bali sebagai sarana penyucian pikiran dan pengembangan diri. Menjadi modern bukan berarti meninggalkan akar, justru akar yang kuat membuat kita berdiri lebih kokoh,” ujar beliau di sela-sela acara.
Kemeriahan ditutup dengan pengumuman pemenang dan penyerahan hadiah bagi kelas-kelas yang menunjukkan performa terbaik. Melalui Bulan Bahasa Bali ini, SMP Kristen 1 Harapan membuktikan bahwa perbedaan latar belakang bukanlah penghalang untuk bersama-sama menjaga warisan leluhur.










