Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila I tahun ajaran 2022/2023 untuk siswa kelas 7 mengambil subtema “Gaya Hidup Berkelanjutan (Komposter Kita)”. Projek ini dilaksanakan selama 9 hari mulai Senin, 12 – 21 September 2022. Projek penguatan profil pelajar Pancasila merupakan kegiatan kokurikuler berbasis projek yang dirancang untuk menguatkan upaya pencapaian kompetensi dan karakter sesuai dengan profil pelajar Pancasila yang disusun berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan. Pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila dilakukan secara fleksibel, dari segi muatan, kegiatan, dan waktu pelaksanaan. Projek penguatan profil pelajar Pancasila dirancang terpisah dari intrakurikuler. Tujuan, muatan, dan kegiatan pembelajaran projek tidak harus dikaitkan dengan tujuan dan materi pelajaran intrakurikuler.Satuan pendidikan dapat melibatkan masyarakat dan/atau dunia kerja untuk merancang dan menyelenggarakan projek penguatan profil pelajar Pancasila.

Panduan pengembangan projek penguatan profil pelajar Pancasila ini memuat penyiapan ekosistem sekolah, desain projek penguatan profil pelajar Pancasila, pengelolaan projek penguatan profil pelajar Pancasila, pengolahan asesmen dan melaporkan hasil projek penguatan profil pelajar Pancasila, serta evaluasi dan tindak lanjut projek penguatan profil pelajar Pancasila.

Profil pelajar Pancasila dirancang untuk menjawab satu pertanyaan besar, yakni peserta didik dengan profil (kompetensi) seperti apa yang ingin dihasilkan oleh sistem pendidikan Indonesia. Dalam konteks tersebut, profil pelajar Pancasila memiliki rumusan kompetensi yang melengkapi fokus di dalam pencapaian Standar Kompetensi Lulusan di setiap jenjang satuan pendidikan dalam hal penanaman karakter yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Kompetensi profil pelajar Pancasila memperhatikan faktor internal yang berkaitan dengan jati diri, ideologi, dan cita-cita bangsa Indonesia, serta faktor eksternal yang berkaitan dengan konteks kehidupan dan tantangan bangsa Indonesia di Abad ke-21 yang sedang menghadapi masa revolusi industri 4.0.

Pelajar Indonesia diharapkan memiliki kompetensi untuk menjadi warga negara yang demokratis serta menjadi manusia unggul dan produktif di Abad ke-21. Oleh karenanya, Pelajar Indonesia diharapkan dapat berpartisipasi dalam pembangunan global yang berkelanjutan serta tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan. Selain itu, Pelajar Indonesia juga diharapkan memiliki kompetensi untuk menjadi warga negara yang demokratis serta menjadi manusia unggul dan produktif di Abad ke-21. Oleh karenanya, Pelajar Indonesia diharapkan dapat berpartisipasi dalam pembangunan global yang berkelanjutan serta tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan.

  1. Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia.
  2. Berkebinekaan global.
  3. Bergotong-royong.
  4. Mandiri
  5. Bernalar kritis.
  6. Kreatif

Dimensi-dimensi tersebut menunjukkan bahwa profil pelajar Pancasila tidak hanya fokus pada kemampuan kognitif, tetapi juga sikap dan perilaku sesuai jati diri sebagai bangsa Indonesia sekaligus warga dunia. Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia, bergotong royong serta bernalar kritis merupakan dimensi yang diterapkan pada Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila pertama di kelas tujuh (7) SMPK 1 Harapan Denpasar yang dikoordinatoi oleh Ibu Siluh Nyoman Princess Oktavia Fairy, S.IP, M.Pd dengan Tema “Gaya Hidup Berkelanjutan: Komposter Kita”.

Gaya hidup berkelanjutan ialah adanya kesadaran bahwa untuk mengurangi penggunaan sumber daya alam baik secara individual maupun secara sosial. Gaya hidup berkelanjutan juga merupakan salah satu aktivitas dengan tetap melindungi bumi dengan memprioritaskan penggunaan sumber daya alam terbarukan daripada menggunakan sumber daya yang tidak bisa diperbaharui dan menghasilkan energi kotor. Adapun beberapa perilaku gaya hidup berkelanjutan ialah:

  1. Konsumsi energi yang bertanggung jawab
  2. Mobilitas yang berkelanjutan
  3. Konsumsi makanan organik
  4. Gaya berpakai (organik)
  5. Daur ulang sampah (3R)
  6. Berbagi pengalaman kepada teman sejawat.

Salah satu kegiatan yang sesuai dengan tema “Gaya Hidup Berkelanjutan” yaitu salah satu perilaku yang sesuai dengan tema yaitu daur ulang sampah. Daur ulang sampah dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satu kegiatan daur ulang sampah yaitu mengolah sampah sebagai komposter. Komposter adalah alat yang digunakan untuk membantu kerja bakteri pengurai (dekomposter) material organik berupa sampah menjadi bentuk baru dengan sifat seperti tanah. Penggunaan komposter dibedakan jenisnya tergantung pada skala pelayanan rumah tangga atau skala komunal. Salah satu alasan pemilihan sub tema komposter sebagai projek yang diterapkan ialah melatih penerapan dimensi profil pelajar pancasila peserta didik di lingkungan sekitarnya. Projek komposter yang diterapkan melibatkan seluruh peserta didik kelas tujuh (7), wali serta guru-guru yang mengajar di kelas tujuh (7). Ada tiga jenis kompster yang dibuat selama projek penguatan profil pelajar pancasila yaitu pestisida organik dari kulit bawang, pupuk organik dari kulit telur dan pupuk kompos dari daun/sampah rumah tangga kering.

Pestisida alami adalah pestisida yang bahan aktifnya barasal dari tanaman atau tumbuhan, hewan dan bahan organik lainnya yang berkhasiat mengendalikan serangan hama pada tanaman. Pestisida alami tidak meninggalkan residu yang berbahaya pada tanaman maupun lingkungan serta dapat dibuat dengan mudah menggunakan bahan yang murah dan peralatan yang sederhana. Pestisida nabati bisa dibuat secara sederhana yaitu dengan menggunakan hasil perasan, ekstrak, rendaman atau rebusan bagian tanaman baik berupa daun, batang, akar, umbi, biji ataupun buah.

Kulit bawang merupakah salah satu sampah dapur atau limbah dapur yang dibuang begitu saja. Namun, kulit bawang dapat digunakan sebagai pupuk organik dan pestisida alami, kulit bawang dapat dimanfaatkan sebagai pestisida alami untuk membasmi hama kutu kebul dan ulat, serta jamur pada tanaman. Ini lantaran bawang merah mengandung senyawa acetogenin. Pada konsentrasi tinggi, senyawa tersebut memiliki keistimewaan sebagai anti-feeden, yang akan mengakibatkan serangga atau hama enggan memakan tanaman, bahkan bisa menyebabkan hama mati.

Pupuk merupakan bahan yang mengandung sejumlah nutrisi yang diperlukan oleh tanaman yang diberikan melalui tanah, permukaan batang, ataupun melalui daun yang bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman dan hasil panen. Adapun upaya pemberian nutrisi kepada tanaman guna menunjang kelangsungan hidupnya disebut dengan pemupukan. Pupuk dapat dibuat dari bahan organik maupun dari bahan anorganik. Pemberian pupuk perlu melihat takaran yang akan diaplikasikan kepada tanaman agar tidak mengganggu pertumbuhan dan perkembangan tanaman.

Cangkang telur merupakan limbah rumah tangga yang sangat mudah didapat. Cangkang telur dapat juga berasal dari buangan sampah peternakan ayam petelur. Cara untuk menangani limbah cangkang telur yaitu melakukan pengolahan menjadi pupuk organik. Cangkang telur memiliki kandungan nutrien yang tinggi yaitu 97% kalsium terkandung dalam cangkang telur ayam. Tingginya kandungan kalsium ini diketahui sebagai senyawa kalsium karbonat yang sangat baik sebagai bahan baku pembuatan pupuk dan dapat menaikkan pH media tanah dan air serta limbah cangkang telur ayam broiler juga mengandung CaCO3 sebesar 97%, 3% fosfor, 3% magnesium, natrium, kalium, seng, mangan, besi, dan tembaga.

Pemanfaatan daun-daun yang sudah tua dan berguguran dapat dijadikan kompos atau pupuk alamiah. Pemanfaatan salah satu jenis sampah alam yaitu daun yang sudah tua. Daun-daun yang sudah tua dan berguguran sebaiknya tidak dibuang begitu saja di tempat pembuangan akhir. Harus ada pemanfaatan lebih lanjut untuk mengurangi masalah timbunan sampah juga. Salah satu pemanfaatan daun yang sudah tua adalah dengan menyulapnya kembali menjadi sesuatu yang berguna yaitu kompos. Daun-daun kering mengandung unsur nitrogen (N) yang memiliki potensi untuk dijadikan pupuk kompos. Unsur nitrogen ini merupakan unsur makro dan dibutuhkan oleh tanaman untuk pertumbuhan dan pembentukan klorofil.

Melalui kegiatan projek penguatan profil pelajar Pancasila, peserta didik diharapkan mampu menerapkan dimensi dari profil pelajar Pancasila yaitu Beriman, Bertaqwa kepada Tuhan YME, bernalar kritis serta bergotong royong.

Manfaat kegiatan projek penguatan profil pelajar Pancasila, peserta didik mampu menerapkan dimensi dari profil pelajar Pancasila yaitu Beriman, Bertaqwa kepada Tuhan YME, bernalar kritis serta bergotong royong.

Kegiatan projek penguatan profil pelajar pancasila (P5) telah berjalan selama sembilan (9) hari dengan lancar. Kegiatan projek disambut dengan sangat baik oleh peserta didik. Banyak perubahan-perubahan dari individu peserta didik ke arah yang lebih baik sesuai dengan dimensi profil pelajar pancasila yaitu beriman, bertaqwa kepada Tuhan YME, bernalar kritis dan bergotong royong. (Rika W)