Sebuah kenangan yang membuat sadar bahwa diri ini tidak sekedar beruntung namun diri ini hebat. Merasa turut senang dan bangga menjadi salah satu peserta Jambore Nasional XI 2022 dari sekian ratusan hingga ribuan pramuka penggalang diseluruh Indonesia. Sebuah pertemuan besar penggalang atau samar disebut pesta penggalang tingkat nasional yang terlaksana 5 tahun sekali, dari yang terakhir kali terdata terlaksana Jambore Nasional X pada tahun 2016, dan setelah melewati rentetan pandemic, dipercayakan terlaksanakannya kembali Jambore Nasional XI yang terlaksana dari tanggal 12 Agustus 2022 – 21 Agustus 2022.
Tentu tidak awal yang mudah bagi seorang anggota pramuka tingkat penggalang yang berasal dari pangkalan SMP Kristen 1 Harapan Denpasar yaitu saya, Made Kenza Prayasita Devi untuk menginjak kaki di bumi perkemahan Cibubur, Jakarta Timur dengan menggunakan kartu tanda peserta yang tertulis “Made Kenza Prayasita Devi, peserta Jamnas, Kwarcab Denpasar, Kwarda Bali”. Namun bukan artinya bagi saya mundur dan menghindar kala itu, semangat dorongan yang diberikan oleh Orang Tua, Guru-guru SMP Kristen 1 Harapan Denpasar, teman-teman dan yang paling terpenting Pembina Gugus depan 02 293-02 294 pasukan Jayaprana – Layonsari yang siap selalu membawa saya ke jalan kemandirian. Saya memiliki Pembina yang luar biasa, tidak sekedar luar dan biasa, namun Pembina yang kaya hebat, dalam arti kaya akan “hakikat, etika, bakti, akal, dan tangguh”, beliau ramah terdengar disebut “Kak Lala” dan “Kak Princess”. Dari 2 tahun lamanya tiadanya kegiatan pramuka di Harapan maupun seluruh Indonesia, saya berkesempatan untuk mengikuti seleksi peserta Jambore Daerah Bali pada tanggal 19 Desember 2021 – 21 Desember kontingen Denpasar, dengan waktu latihan yang sangat singkat dan padat, dengan berkat Tuhan yang Maha Kuasa, saya berhasil menjadi peserta Jamda Bali 2021. Usai dari kenangan 3 hari yang Indah tak terlupakan yaitu Jamda Bali 2021, saya melanjutkan perjalanan seleksi peserta Jambore Nasional XI 2022 kontingen Denpasar dari seluruh peserta kontingen Denpasar Jamda Bali 2021, lagi dan lagi dorongan semangat orang-orang baik disekitar membuat saya lulus menjadi peserta Jambore Nasional XI 2022 dengan Jumlah 8 anggota putri, 8 anggota putra, 1 pembina pendamping putri, 1 pendamping putra.

Dibalik manisnya bunga kelapa terdapat fase pahitnya rasa air kelapa di saat kulitnya hijau pekat dan kecil. Pahitnya fase itulah yang saya rasakan disela melakukan pelatihan menuju Jambore Nasional XI 2022, setiap minggu rutin melakukan pelatihan, entah tidak lagi memikirkan waktu berlibur demi pengetahuan yang begitu penting untuk diri saya siap mengikuti JamNas XI ini. Namun saya yakin bahwa buah nyiur tahan lama, ini mengandung arti bahwa seorang pramuka jasmani dan rohaninya kuat dan ulet, hal inilah yang saya tanamkan dalam diri saya, mulai dari satu minggu menghabiskan waktu uji TKU Terap, segala TKK persyaratan penggalang Garuda, pagi hingga pagi melatih practice English dan jenis bahasa lainnya, memanfaatkan teknologi yang ada di komputer,laptop,handphone, tanpa jeda 1 hari pun. Sehingga pada saat pengukuhan penggalang Garuda, nama saya siap terpanggil dan resmi menjadi pramuka penggalang Garuda kwarcab Denpasar, dengan sebuah Janji yang dilontarkan, sebuah dorongan dari orang tua yang akan terus menopang saya dalam segala kondisi dan kesetiaan seorang Pembina yang sedia membuka pikiran kita setiap saat. Mereka lah tokoh-tokoh hebat dalam perjuangan ini.

Tibalah diwaktu yang tidak akan bisa tergantikan, 12 Agustus 2022 adalah hari pertama kontingen Denpasar menginjakkan kaki di buper graha wisata Cibubur. Semua dimulai dari lelah dan beban yang berat dan kerja sama tim yang kuat. Hari pertama diawali dengan rasa lelah, berjalan membawa barang yang beratnya lebih dari 100kg, menggendong tas yang tak kalah beratnya seolah ditumpuki baja. Membuat raga ini teruras menjerit. Tak pantang menyerah, saya berikan semangat satu sama lain agar tugas kita selesai sehingga dapat bersantai. Jauh dari dugaan, disaat tenda sudah terbangun di kapling yang bergelonjak, hujan badai merenggut kerja keras kami, seakan semua roboh, tak bisa terkendali. Pada akhirnya hari pertama diawali dengan evaluasi di pura Widya Dharma. Hanya bisa tertawa bersama dan menunggu hari berganti.
Hari-hari berganti, kami mendapatkan izin untuk pindah kapling, sebuah kebahagiaan sesaat sebelum kami memulai ulang membangun tenda. Seluruh teknik kepramukaan, teknik berumah tangga, teknik bersosialisasi kami terapkan layaknya belajar sambil melakukan. Membentuk sebuah keluarga dalam satu kapling perkemahan. Menjaga satu sama lain, berjalan bersama layaknya semut-semut kecil, itulah sebuah regu Jempiring kontingen Denpasar.
Jamnas yang begitu meriah, dihadiri dengan tokoh-tokoh penting negara Indonesia. Salah satunya Mabinas (Ketua Majelis Pembimbing Nasional ) yaitu presiden Joko Widodo, yang datang di tengah-tengah hari pelaksanaan Jamnas XI pada tanggal 19 Agustus 2022. Turut bahagia karena saya dapat ikut serta bersalaman dengan kakak Mabinas di lapangan utama buper Cibubur.
Dari 100 kegiatan yang disediakan, saya hanya mendapatkan seperempat dari kegiatan tersebut, contohnya kegiatan wisata edukasi yang mengilingi seputar Jakarta, mulai dari Perpusnas, Monas, Ancol. Pada pagi hari seluruh subcamp melaksanakan apel pagi, ibadah, dan senam pagi. Hari ditutup dengan subcamp melaksanakan apel sore, pengambilan Natura, dan malam penampilan budaya dari berbagai budaya di seluruh Indonesia, Bali menampilkan tarian kecak pada tanggal 17 Agustus di malam refleksi kebangsaan sebagai tarian yang klasik dan banyak disukai masyarakat luar. Tidak hanya kontingen diseluruh Indonesia, Jamnas ini juga mengundang Kontingen WOSM, WAGGGS, philipina, Malaysia, Singapore dll.
Terdapat festival kuliner Indonesia yang dikala itu saya ikut membuat ayam suwir sambal matah serta lawar ayam khas Bali. Kami membagikannya kepada para kakak subcampi 4 dan para peserta Jamnas diberbagai kontingen. Tak lama makanan kami pun sukses habis tercicip. Sela-sela kegiatan saya berkesempatan berteman dengan para peserta Jamnas dari luar Bali dengan menjual gantungan Kunci khas Bali, menukar badge kontingen, seperti anak Aceh, Kepulauan Riau, Surabaya, papua dan masih banyak lagi. begitu banyak saya mendapatkan pertemanan yang luas di Jambore Nasional ini, Mereka sungguh ramah sesuai dengan sifat kepramukaannnya yang universal.
Tidak berhenti dari semua penjelasan ini, masih banyak kegiatan yang tidak bisa disampaikan dan diespresikan, kegiatan yang sangat bermakna dan jika ada kesempatan untung mengulang, terasa ingin di ulang. Namun dibalik kemeriahan yang melelahkan tetapi tak ingin usai ini, ada orang yang merindukan dan menunggu kita di rumah, di sekolah, di tempat asal kita. Pada tanggal 20 Agustus 2022- 21 Agustus 2022 saya berkesempatan berbelanja di pasar Jambo. Begitu banyak pernak pernik tentang kepramukaan, tentunya barang yang saya tujukan pertama untuk pembina saya yang luar biasa, selanjutkan kepada orang tua, dan teman-teman yang setia mendukung saya.
Hari-hari berlalu, kegiatan Jambore Nasional XI 2022 pun telah usai pada tanggal 20 Agustus 2022, acara penutupan yang penuh keseruan dan ucapan selamat tinggal, serta air mata yang keluar pada para peserta Jambore Nasional XI, membuat saya turut ikut meneteskan air mata. Tak sangka pencapaian kita telah berakhir sementara ini, sebuah kenangan yang tak sepintas disimpan, namun dirasakan serta direnungkan segala makna yang didapatkan selama ini. Merasa sangat bangga kepada diri sendiri karena sudah berjuang sejauh ini. Membawa nama SMP Kristen 1 Harapan Denpasar ke jenjang Nasional, merasa bangga bahwa saya menjadi adik dari Pembina-pembina yang hebat dan setia, membuat saya lebih semangat dalam menggalih makna kehidupan, mencangkul prestasi dan belajar akan menjadi sosok yang dewasa.
Kenangan ini akan terkenang selamanya. Kenangan yang tidak sekedar beruntung namun membanggakan. (Princes)










