Rabu, 10 Agustus 2022 Disdikpora Kota Denpasar memfasilitasi workshop yang yang diberi tema “Paradigma Baru dalam Pembelajaran untuk Menyongsong Kurikulum Merdeka”. Workshop ini dilaksanakan di SMPN 6 Denpasar dengan mengundang para waka kurikulum dari SMP Negeri dan Swasta se-Denpasar.
Workshop ini dimulai pukul 08.00 untuk registrasi dan dilanjutkan dengan doa dan menyanyikan Indonesia Raya serta sambutan oleh Kepsek SMPN 6 Denpasar. Pemateri antara lain dari PT. Sumber Kreatif Indonesia dengan platform belajar Gredu, PT. Epson Indonesia dengan interaktif projectornya, dan Bapak Indra Charismiadji selaku Pembina TI dan Praktisi Pendidikan yang memberi materi tentang Kurikulum Merdeka.
GREDU
Bapak Leo Sagala dari tim Gredu menjelaskan bagaimana platform pembelajaran Gredu bisa memudahkan proses pembelajaran di sekolah dan membantu terjalinnya hubungan yg lebih erat antara sekolah dan orang tua. Gredu memiliki visi “menggunakan solusi digital untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang kolaboratif antara guru, orang tua dan siswa; membangun budaya belajar yang efisien; dan mewujudkan pengalaman bersekolah yang humanis”. Gredu memiliki beberapa produk antara lain Gredu Teacher, Student, Parent dan SMS (School Management System).
Gredu Teacher memiliki fitur penilaian AKM, video konferensi, bimbingan konseling online, bank soal dan materi pembelajaran yang dapat dimanfaatkan guru. Dari sisi siswa ada Gredu Student yang memberikan akses kepada siswa untuk melihat performa belajar, menggunakan e-library, kelas interaktif dan fasilitas bimbingan konseling. Orang tua pun dapat memanfaatkan platform ini. Dengan Gredu Parent orang tua dapat mengecek absensi, performa belajar anak, pembayaran dan melakukan pengaduan. Produk Gredu selanjutnya ada SMS. Dengan SMS sekolah bisa menyimpan data sekolah secara online, mengelola daftar buku, mendapatkan laporan aktivitas guru serta dapat memanajemen dan memonitor data user.
Bagi sekolah yang berminat menggunakan Gredu dapat menghubungi Gredu dan Tim akan datang ke sekolah untuk memberikan pelatihan kepada para guru dan membantu memasukkan data sekolah ke dalam sistem.
KURIKULUM MERDEKA
Pemateri selanjutnya adalah Bapak Indra Charismiadji yang memaparkan tentang Kurikulum Merdeka secara umum dan khususnya tentang pelaksanaan Projek Profil Pelajar Pancasila dan pembelajaran yang berdiferensiasi. Bapak Indra menyampaikan bahwa masih banyak guru yang belum memahami Kurikulum Merdeka termasuk di dalamnya tentang bagaimana guru melaksanakan pembelajaran yang memperhatikan minat dan kompetensi masing-masing siswa yang disebut berdiferensiasi. Salah satu cara guru agar dapat melaksanakan pembelajaran yang berdiferensiasi adalah dengan menggunakan Learning Management System (LMS). Lewat LMS guru dapat menyediakan materi pelajaran dengan berbagai bentuk seperti audio, video, game, tulisan, dll sehingga siswa dapat memilih bentuk materi yang sesuai minat mereka sehingga capaian pembelajaran lebih dapat tercapai.
INTERACTIVE PROJECTOR
Pemberi materi terakhir adalah Bapak Edwin Syarifudin dari Epson Indonesia yang memberikan tips untuk menyajikan pembelajaran yang menyenangkan. Salah satu alat yang dapat digunakan untuk mewujudkan pembelajaran menarik dan menyenangkan adalah Epson Interactive Projector. Alat ini dapat mengubah papan atau whiteboard menjadi layar interaktif seperti smartboard. Tim Epson siap memberikan pelatihan kepada guru di sekolah yang berminat menggunakan Interactive Projector.
Ditengah-tengah jeda makan siang dilaksanakan bincang-bincang ringan antara Tim Gredu dengan perwakilan peserta yang terdiri dari SMPK 1 Harapan, SMP Dwijendra dan SMP PGRI 2 Denpasar. Inti dari perbincangan ini adalah tentang pembelajaran dari masa PJJ sampai mulai kembali PTM baik itu prosesnya, aplikasi yang dipakai selama PJJ dan saat PTM. Juga permasalahan atau kendala selama PJJ dan PTM serta dampak positif dan negatif dari penggunaan gadget/HP bagi siswa.
Kegiatan workshop ini diakhiri dengan penyerahan Epson Interactive Projector kepada wakil dari Disdikpora kota Denpasar, Bapak Anak Agung Putu Gede Astara, ST.
“Saya sangat bangga sekali karena ilmu yang Bapak/Ibu dapatkan ini sangat berharga tetapi diberikan gratis. Saya berharap Bapak/Ibu dapat meneruskan ilmu yang didapatkan kepada rekan guru di sekolah. Saya berterima kasih kepada Gredu dan Epson atas dukungannya dalam workshop ini.” Ujar Bapak Anak Agung Putu Gede Astara, ST., Kabid Pembinaan SMP Disdikpora kota Denpasar sekaligus menutup kegiatan workshop. (M)







